Dalam bidang rekayasa dan pemeliharaan kelautan, ketahanan komponen kelautan menghadapi tantangan berat berupa erosi suhu tinggi. Masalah ini secara signifikan membatasi umur operasional suku cadang kapal. Untuk mengatasi permasalahan ini, teknik pemrosesan baru telah diselidiki untuk meningkatkan ketahanan erosi paduan titanium tingkat kelautan. Titik fokus penelitian ini berkisar pada metode pemrosesan rumit yang diterapkan pada paduan titanium, ditambah dengan pengendapan lapisan kromium pada permukaannya untuk meningkatkan ketahanannya terhadap erosi termal.
Kemajuan teknologi rekayasa kelautan yang tiada henti telah memperkuat tuntutan kinerja yang dibebankan pada komponen kapal. Paduan titanium, yang terkenal karena sifat mekaniknya yang luar biasa dan ketahanan terhadap korosi, memegang peran penting dalam konstruksi angkatan laut. Namun, tantangan erosi suhu tinggi di lingkungan laut terus menghambat penerapannya secara luas. Untuk mengatasi rintangan ini, pendekatan pemrosesan tingkat lanjut telah diterapkan pada pengolahan permukaan paduan titanium, diikuti dengan penerapan lapisan kromium, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ketahanan erosinya.

Metodologi Pengolahan dan Persiapan Bahan
Pemrosesan Pelapisan Kromium: Teknik pelapisan ion busur tingkat lanjut dimanfaatkan untuk menyimpan lapisan kromium pada sampel paduan titanium yang telah disiapkan. Dengan mengontrol parameter secara cermat seperti tingkat vakum (6×10^-3 Pa), suhu (300 derajat), tekanan NH3 (23 Pa), dan tegangan bias (8001000 V), lapisan kromium menjadi padat secara seragam, dengan waktu deposisi berkisar antara 10 hingga 20 menit.
Eksperimen Erosi Laser dan Analisis Hasil
Pemrosesan Substrat Paduan Titanium: Teknik pemotongan kawat presisi digunakan untuk mengelompokkan bahan titanium mentah menjadi spesimen standar berukuran 2 cm × 1 cm × 0,5 cm. Selanjutnya, prosedur pemolesan menggunakan amplas 1500-grit diterapkan, yang berpuncak pada hasil akhir seperti cermin yang dicapai melalui senyawa pemoles. Pembersihan ultrasonik kemudian digunakan untuk menghilangkan kotoran permukaan, memastikan permukaan substrat sangat halus.
Pemrosesan Pelapisan Kromium: Teknik pelapisan ion busur tingkat lanjut dimanfaatkan untuk menyimpan lapisan kromium pada sampel paduan titanium yang telah disiapkan. Dengan mengontrol parameter secara cermat seperti tingkat vakum (6×10^-3 Pa), suhu (300 derajat), tekanan NH3 (23 Pa), dan tegangan bias (8001000 V), lapisan kromium menjadi padat secara seragam, dengan waktu deposisi berkisar antara 10 hingga 20 menit.
Eksperimen Erosi Laser dan Analisis Hasil
Untuk menilai ketahanan erosi dari paduan titanium dan lapisan kromium yang diproses, serangkaian percobaan erosi laser dirancang. Dengan menggunakan laser lebar pulsa panjang yang dibuat khusus (model FLK-TIX6409Hz) dan menyesuaikan energi dan frekuensi pulsa, eksperimen ini mensimulasikan proses erosi yang dialami oleh komponen kapal dalam kondisi suhu tinggi. Hasil menunjukkan bahwa substrat paduan titanium yang tidak diolah menunjukkan lubang erosi yang dalam dan luas di bawah erosi laser, dengan daerah tengah yang halus namun penuh retakan, dan akumulasi oksida tebal di sepanjang tepinya. Sebaliknya, paduan titanium dengan lapisan kromium menunjukkan ketahanan erosi yang unggul dalam kondisi yang sama, menunjukkan lubang erosi yang lebih dangkal, mengurangi pembentukan retakan, dan mengurangi akumulasi oksida secara signifikan.
Morfologi mikroskopis dan analisis komposisi permukaan yang terkikis yang dilakukan menggunakan pemindaian mikroskop elektron (SEM) dan spektroskopi sinar-X dispersif energi (EDAX) mengungkap bahwa lapisan kromium secara efektif melindungi substrat paduan titanium dari erosi oksidatif langsung oleh oksigen suhu tinggi, sehingga membatasi reaksi oksidasi dan meningkatkan ketahanan erosi material secara keseluruhan.
Teknik pemrosesan inovatif yang diterapkan pada paduan titanium, ditambah dengan lapisan kromium, menghadirkan jalur yang menjanjikan untuk membentengi komponen laut terhadap kenyataan pahit erosi suhu tinggi di lingkungan maritim. Penelitian ini tidak hanya menyoroti peran penting perawatan permukaan dalam meningkatkan ketahanan material namun juga menggarisbawahi pentingnya solusi yang disesuaikan dalam mendorong batas-batas ketahanan teknik kelautan.




